Ku Genggam CahayaMU Yang Hakiki
“Kriiiiiiiiiiiiiiing” melalui perantara udara bunyi jam beker yang
terletak di tempat tidurku merasuk kedalam telinga, akupun terbangun dari tidur
nyenyakku, waktu telah menunjukkan pukul 05.00 WIB itu artinya waktu shalat
subuh untuk pemeluk agama Islam, tetapi mataku yang masih begitu berat tertarik
oleh gravitasi kemalasan membuat kelopaknya terjatuh kembali dalam buaian tipu
muslihat setan dan membuat ku berfikir untuk memanjakan tubuh kembali. Tak
terasa aku telah terbuai oleh waktu. Setelah aku terbangun ternyata jam telah
menunjukan pukul 13.00 WIB, untungnya hari ini aku sedang libur kerja. Tiba-tiba
aku mendengar nada dering dari handphoneku
berdering, itu bertanda ada seseorang yang menghubungiku. Perlahan aku beranjak
dari tempat tidur dan meraihnya “ Haloo, siapa ya? ” tanyaku. “ Ini Lena, masak
sih kamu gak kenal dengan suaraku” jawab Lena dengan nada sedikit kesal. “ Oooh
Lena, maaf Len aku masih setengah sadar nih baru bangun tidur” kataku dengan
semangatnya. “Oh ya, Ana ntar malem kamu ada acara nggak? maen ke bar yuk
hehhe” ajak Lena, “ emmm boleh, ntar
kita ketemuan di Bar yang biasa ya” Jawabku secara spontan, tetapi di dalam
hati kecil ini terasa sangat berat. Aku mulai bosan dengan kehidupan dunia
malam yang seperti ini.
Waktu
telah menunjukkan pukul 08.00 malam, aku bersiap-siap untuk memenuhi ajakan
sahabatku Lena pergi berpesta ke Bar malam ini. Penampilanku malam ini harus
seksi dan semenarik mungkin, kupilih secara selektif pakain yang akan kukenakan
malam ini. Yah akhirnya aku menemukannya, sebuah rok mini dan baju yang serba
kekurangan bahan alias terbuka. Sekitar satu jam kuhabiskan waktu untuk
berdandan ala wanita jahiliyah, dan dengan percaya dirinya aku melangkah keluar
rumah menuju mobil pribadiku yang telah terparkir. Ku tancap gas dengan segera.
Akhirnya sampai juga aku di Bar tempat kami mengadakan janji. Akupun segera
masuk ke dalam dan mencari Lena, tidak lama setelah aku menolehkan kepalaku ka kanan
dan ke kiri mencarinya, yup itu dia aku melihatnya “ Hai Lena” panggilku dengan
suara yang sangat keras. “ Hei Ana ayo kesini udah aku pesenin nih minuman
alkoholnya” sahut Lena dengan suara yang sama keras pula. Aku segera
melangkahkan kaki dengan ringannya menuju arah Lena. “ Ini Na aku tuangin
alkoholnya ke gelas kamu, minum yang banyak ya !! pokoknya malam ini kita
bersenang senang sampai pagi Hahahahah” Celoteh Lena sambil menuangkan alkohol
ke gelasku. Segera aku arahkan gelas itu ke mulutku dan meneguk minuman keras
yang telah tersedia sambil tertawa riang. Malam semakin larut suasana di dalam
Bar semakin panas, terlihat muda mudi sangat asyik menikmati hiburan dunia yang
penuh dengan maksiat.
Malam ini aku mabuk berat, ku putuskan
untuk pulang lebih awal dari teman temanku karena besok jam 08.00 pagi aku
harus berangkat kerja. Kesadaranku saat ini sedang tidak baik karena pengaruh
alkohol yang ku konsumsi terlalu banyak, tetapi aku tetap nekat untuk
mengendarai mobil sendirian. Saat dalam perjalanan menuju rumah, aku mengalami
kecelakaan, mobilku menghantam tiang listrik yang terdapat di tepi jalan.
Kesadaranku telah seratus pesen menghilang saat itu, entah apa yang terjadi
pada diriku sedikitpun aku tidak mengetahuinya. Ketika terbangun aku telah
mendapati diriku terbaring di sebuah rumah kecil yang beratapkan seng yang
sudah tampak tua. Aku mulai menggerakkan tubuhku, “ jangan banyak bergerak nak
tubuhnu belum pulih benar” kata seorang ibu paruh baya yang duduk disampingku .
“Ibu siapa? Kenapa saya bisa berada di sini bu?” tanyaku dengan heran. “ Nama
ibu Nining, ibu mendapatimu sedang mendapatkan kecelakaan dan kondisimu begitu
mengkhawatirkan saat itu nak, ibu bingung mau minta tolong sama siapa, ibu
khawatir jika kamu tidak segera ditolong nyawamu akan terancam, oleh karena itu
ibu memberanikan diri untuk menolongmu, sungguh ibu tidak ada maksud lain nak,
ibu lakukan ini karena Allah” Jawab wanita tua itu sambil tersenyum hangat.
Akupun membalas senyum hangatnya seraya megucapkan terima kasih banyak
kepadanya. “ Tidak usah terlalu berterimakasih kepada ibu nak, tetapi berterima
kasihlah engkau kepada Allah dengan banyak-banyak bersyukur. Karena Dialah
sesungguhnya yang telah memeliharamu, dan melindungimu dari maut yang hampir menimpamu”
Jawab Wanita tersebut dengan nada yang begitu lirih. Entah mengapa hatiku merasa bergetar dan tubuhku merinding
saat wanita tersebut menyebut nama Allah . Aku merasa begitu mendustakan
nikmatNya selama ini.
“Nak ibu mau pergi ke pasar dulu ya
membeli sayuran untuk makan siang kita nanti, kalau ada perlu sesuatu panggil
aja anak ibu, namanya Ridwan” kata wanita sambil tersenyum. “ Oh baik Bu”
kataku membalas ucapannya. Kata-kata nasihat yang diberikan wanita itu terus
terngiang di benakku. Tiba-tiba aku mendengar seorang lelaki yang sedang
melantunkan ayat Allah dengan sangat merdu. Aku mencari sumber suara tersebut,
yah arahnya dari kamar kecil tepat di sebelah kiri posisi berdiriku sekarang.
Perlahan aku membuka pintu kamar tersebut “permisi, maaf kalau saya mengganggu”
kataku dengan nada sedikit sungkan. Terlihat ekspresi lelaki itu begitu kaget
saat aku membuka pintu kamarnya. “ Ya ada yang bisa saya bantu mbak?” katanya
agak sedikit grogi. “ Emm nggak kok aku tadi cuma penasaran pengen liat siapa
yang ngaji, jujur suara kamu bagus banget, rasanya aku belum pernah mendengar
lantunan ayat suci seindah ini” jawabku dengan kagum. “Mbak enaknya kita
ngobrol di ruang tamu aja ya, nggak baik kalau laki-laki dan wanita yang
bukan muhrim berkhalwat di dalam kamar
seperti ini” pinta laki-laki tersebut dengan penuh kesopanan. Kami pun
melangkah ke kursi ruang tamu. Posisi duduk kami sedikit berjauhan. Terlihat
pandangan laki-laki tersebut sangatlah tunduk pada ketakwaan terhadap Allah. “
Kenalin nama aku Ana” sambil menyodorkan tanganku, “aku Ridwan” balasnya dengan
merapatkan kedua telapak tangannya tanpa menyentuh tanganku sedikitpun. Kami
pun mulai bercerita dan berbagi pengalaman, segala sesuatu tentang diriku telah
kuceritakan kepadanya. “ Mbak boleh saya kasih sedikit nasihat sama mbak?,
semoga dengan nasihat saya ini akan membuat kita semamkin dekat dengan Allah”
katanya, “ ya boleh” jawabku. “ Mbak harus bangga dan bersyukur menjadi seorang
wanita, karena wanita itu ialah tiangnya negara. Wanitalah yang mendidik anak
anak menjadi seorang pemuda yang islami sebagai
perubah masa depan Rabbani. Islam memperlakukan wanita dengan sangat
istimewa mbak, ia mengajarkan kepada kita untuk sangat menghormati wanita.
Bahkan Islam memerintahkan wanita untuk mengulurkan jilbab hingga kedadanya
bukan untuk mengekangnya, tetapi tujuannya untuk melindungi wanita dari fitnah,
karena wanita itu penuh dengan perhiasan. Apakah mbak rela perhiasan yang mbak
miliki dapat dinikmati oleh orang banyak? Tidak bukan?, dan sesungguhnya Allah
itu dekat dan sangat sayang sekali terhadap makhlukNya mbak, Apakah mbak pernah
terpikir bahwasannya Allah sayang sekali sama mbak, buktinya Allah masih
memberi nikmat panjang umur sama mbak sehingga mbak selamat dari kecelakaan
tersebut, maka gunakanlah sisa hidup ini untuk beribadah kepadaNya mbak” kata
pemuda tersebut dengan bijak. Tidak terasa butiran permata bening mengalir di
pipi bagaikan derasnya arus sungai yang mengalir tanpa adanya hambatan, kedua
pipiku basah karenanya. Aku mulai sadar selama ini aku kurang bersyukur
terhadap nikmat Allah, aku jarang bahkan tidak pernah bermunajat di malam hari
kepadaNya selama ini, tetapi aku lebih sering menghabiskan waktuku di dunia
malam yang penuh dengan lembah dosa dan nista belaka. Tangisku membuncah hingga
menyebabkan dada ini terasa sesak dan perih. Setelah kejadian itu aku sangat
bersyukur karena aku dapat ditunjukkan menuju cahaya Allah, sebuah cahaya yang
hakiki. Akupun tidak pernah keluar malam lagi untuk mengunjungi Bar. Perlahan
tetapi pasti kini kewajiban-kewajibanku sebagai muslim mulai aku penuhi, bahkan
sekarangpun aku telah memutuskan untuk berhijab. Yang lebih luar biasa lagi
Allah memberikan sebuah kado istimewa yaitu menakdirkan sosok pemuda yang luar
biasa tersebut sebagai jodohku yang akan menjadi imamku menuju jalan akhirat
nanti. Setelah beberapa bulan kedepan kamipun menjalin hubungan yang halal
menuju sebuah ikatan pernikahan.
Biodata Peserta

Nama : Ridho Sopiyan Hadi
Nim : 10121001071
Angkatan : 2012