Selasa, 18 Desember 2012


Ku Genggam CahayaMU  Yang Hakiki
“Kriiiiiiiiiiiiiiing”  melalui perantara udara bunyi jam beker yang terletak di tempat tidurku merasuk kedalam telinga, akupun terbangun dari tidur nyenyakku, waktu telah menunjukkan pukul 05.00 WIB itu artinya waktu shalat subuh untuk pemeluk agama Islam, tetapi mataku yang masih begitu berat tertarik oleh gravitasi kemalasan membuat kelopaknya terjatuh kembali dalam buaian tipu muslihat setan dan membuat ku berfikir untuk memanjakan tubuh kembali. Tak terasa aku telah terbuai oleh waktu. Setelah aku terbangun ternyata jam telah menunjukan pukul 13.00 WIB, untungnya hari ini aku sedang libur kerja. Tiba-tiba aku mendengar  nada dering dari handphoneku berdering, itu bertanda ada seseorang yang menghubungiku. Perlahan aku beranjak dari tempat tidur dan meraihnya “ Haloo, siapa ya? ” tanyaku. “ Ini Lena, masak sih kamu gak kenal dengan suaraku” jawab Lena dengan nada sedikit kesal. “ Oooh Lena, maaf Len aku masih setengah sadar nih baru bangun tidur” kataku dengan semangatnya. “Oh ya, Ana ntar malem kamu ada acara nggak? maen ke bar yuk hehhe”  ajak Lena, “ emmm boleh, ntar kita ketemuan di Bar yang biasa ya” Jawabku secara spontan, tetapi di dalam hati kecil ini terasa sangat berat. Aku mulai bosan dengan kehidupan dunia malam yang seperti ini.
Waktu telah menunjukkan pukul 08.00 malam, aku bersiap-siap untuk memenuhi ajakan sahabatku Lena pergi berpesta ke Bar malam ini. Penampilanku malam ini harus seksi dan semenarik mungkin, kupilih secara selektif pakain yang akan kukenakan malam ini. Yah akhirnya aku menemukannya, sebuah rok mini dan baju yang serba kekurangan bahan alias terbuka. Sekitar satu jam kuhabiskan waktu untuk berdandan ala wanita jahiliyah, dan dengan percaya dirinya aku melangkah keluar rumah menuju mobil pribadiku yang telah terparkir. Ku tancap gas dengan segera. Akhirnya sampai juga aku di Bar tempat kami mengadakan janji. Akupun segera masuk ke dalam dan mencari Lena, tidak lama setelah aku menolehkan kepalaku ka kanan dan ke kiri mencarinya, yup itu dia aku melihatnya “ Hai Lena” panggilku dengan suara yang sangat keras. “ Hei Ana ayo kesini udah aku pesenin nih minuman alkoholnya” sahut Lena dengan suara yang sama keras pula. Aku segera melangkahkan kaki dengan ringannya menuju arah Lena. “ Ini Na aku tuangin alkoholnya ke gelas kamu, minum yang banyak ya !! pokoknya malam ini kita bersenang senang sampai pagi Hahahahah” Celoteh Lena sambil menuangkan alkohol ke gelasku. Segera aku arahkan gelas itu ke mulutku dan meneguk minuman keras yang telah tersedia sambil tertawa riang. Malam semakin larut suasana di dalam Bar semakin panas, terlihat muda mudi sangat asyik menikmati hiburan dunia yang penuh dengan maksiat.
            Malam ini aku mabuk berat, ku putuskan untuk pulang lebih awal dari teman temanku karena besok jam 08.00 pagi aku harus berangkat kerja. Kesadaranku saat ini sedang tidak baik karena pengaruh alkohol yang ku konsumsi terlalu banyak, tetapi aku tetap nekat untuk mengendarai mobil sendirian. Saat dalam perjalanan menuju rumah, aku mengalami kecelakaan, mobilku menghantam tiang listrik yang terdapat di tepi jalan. Kesadaranku telah seratus pesen menghilang saat itu, entah apa yang terjadi pada diriku sedikitpun aku tidak mengetahuinya. Ketika terbangun aku telah mendapati diriku terbaring di sebuah rumah kecil yang beratapkan seng yang sudah tampak tua. Aku mulai menggerakkan tubuhku, “ jangan banyak bergerak nak tubuhnu belum pulih benar” kata seorang ibu paruh baya yang duduk disampingku . “Ibu siapa? Kenapa saya bisa berada di sini bu?” tanyaku dengan heran. “ Nama ibu Nining, ibu mendapatimu sedang mendapatkan kecelakaan dan kondisimu begitu mengkhawatirkan saat itu nak, ibu bingung mau minta tolong sama siapa, ibu khawatir jika kamu tidak segera ditolong nyawamu akan terancam, oleh karena itu ibu memberanikan diri untuk menolongmu, sungguh ibu tidak ada maksud lain nak, ibu lakukan ini karena Allah” Jawab wanita tua itu sambil tersenyum hangat. Akupun membalas senyum hangatnya seraya megucapkan terima kasih banyak kepadanya. “ Tidak usah terlalu berterimakasih kepada ibu nak, tetapi berterima kasihlah engkau kepada Allah dengan banyak-banyak bersyukur. Karena Dialah sesungguhnya yang telah memeliharamu, dan melindungimu dari maut yang hampir menimpamu” Jawab Wanita tersebut dengan nada yang begitu lirih. Entah mengapa  hatiku merasa bergetar dan tubuhku merinding saat wanita tersebut menyebut nama Allah . Aku merasa begitu mendustakan nikmatNya selama ini.
            “Nak ibu mau pergi ke pasar dulu ya membeli sayuran untuk makan siang kita nanti, kalau ada perlu sesuatu panggil aja anak ibu, namanya Ridwan” kata wanita sambil tersenyum. “ Oh baik Bu” kataku membalas ucapannya. Kata-kata nasihat yang diberikan wanita itu terus terngiang di benakku. Tiba-tiba aku mendengar seorang lelaki yang sedang melantunkan ayat Allah dengan sangat merdu. Aku mencari sumber suara tersebut, yah arahnya dari kamar kecil tepat di sebelah kiri posisi berdiriku sekarang. Perlahan aku membuka pintu kamar tersebut “permisi, maaf kalau saya mengganggu” kataku dengan nada sedikit sungkan. Terlihat ekspresi lelaki itu begitu kaget saat aku membuka pintu kamarnya. “ Ya ada yang bisa saya bantu mbak?” katanya agak sedikit grogi. “ Emm nggak kok aku tadi cuma penasaran pengen liat siapa yang ngaji, jujur suara kamu bagus banget, rasanya aku belum pernah mendengar lantunan ayat suci seindah ini” jawabku dengan kagum. “Mbak enaknya kita ngobrol di ruang tamu aja ya, nggak baik kalau laki-laki dan wanita yang bukan  muhrim berkhalwat di dalam kamar seperti ini” pinta laki-laki tersebut dengan penuh kesopanan. Kami pun melangkah ke kursi ruang tamu. Posisi duduk kami sedikit berjauhan. Terlihat pandangan laki-laki tersebut sangatlah tunduk pada ketakwaan terhadap Allah. “ Kenalin nama aku Ana” sambil menyodorkan tanganku, “aku Ridwan” balasnya dengan merapatkan kedua telapak tangannya tanpa menyentuh tanganku sedikitpun. Kami pun mulai bercerita dan berbagi pengalaman, segala sesuatu tentang diriku telah kuceritakan kepadanya. “ Mbak boleh saya kasih sedikit nasihat sama mbak?, semoga dengan nasihat saya ini akan membuat kita semamkin dekat dengan Allah” katanya, “ ya boleh” jawabku. “ Mbak harus bangga dan bersyukur menjadi seorang wanita, karena wanita itu ialah tiangnya negara. Wanitalah yang mendidik anak anak menjadi seorang pemuda yang islami sebagai  perubah masa depan Rabbani. Islam memperlakukan wanita dengan sangat istimewa mbak, ia mengajarkan kepada kita untuk sangat menghormati wanita. Bahkan Islam memerintahkan wanita untuk mengulurkan jilbab hingga kedadanya bukan untuk mengekangnya, tetapi tujuannya untuk melindungi wanita dari fitnah, karena wanita itu penuh dengan perhiasan. Apakah mbak rela perhiasan yang mbak miliki dapat dinikmati oleh orang banyak? Tidak bukan?, dan sesungguhnya Allah itu dekat dan sangat sayang sekali terhadap makhlukNya mbak, Apakah mbak pernah terpikir bahwasannya Allah sayang sekali sama mbak, buktinya Allah masih memberi nikmat panjang umur sama mbak sehingga mbak selamat dari kecelakaan tersebut, maka gunakanlah sisa hidup ini untuk beribadah kepadaNya mbak” kata pemuda tersebut dengan bijak. Tidak terasa butiran permata bening mengalir di pipi bagaikan derasnya arus sungai yang mengalir tanpa adanya hambatan, kedua pipiku basah karenanya. Aku mulai sadar selama ini aku kurang bersyukur terhadap nikmat Allah, aku jarang bahkan tidak pernah bermunajat di malam hari kepadaNya selama ini, tetapi aku lebih sering menghabiskan waktuku di dunia malam yang penuh dengan lembah dosa dan nista belaka. Tangisku membuncah hingga menyebabkan dada ini terasa sesak dan perih. Setelah kejadian itu aku sangat bersyukur karena aku dapat ditunjukkan menuju cahaya Allah, sebuah cahaya yang hakiki. Akupun tidak pernah keluar malam lagi untuk mengunjungi Bar. Perlahan tetapi pasti kini kewajiban-kewajibanku sebagai muslim mulai aku penuhi, bahkan sekarangpun aku telah memutuskan untuk berhijab. Yang lebih luar biasa lagi Allah memberikan sebuah kado istimewa yaitu menakdirkan sosok pemuda yang luar biasa tersebut sebagai jodohku yang akan menjadi imamku menuju jalan akhirat nanti. Setelah beberapa bulan kedepan kamipun menjalin hubungan yang halal menuju sebuah ikatan pernikahan.
Biodata Peserta
IMG_8989.jpg
Nama               : Ridho Sopiyan Hadi
Nim                 : 10121001071
Angkatan        : 2012



­­





























Tidak ada komentar:

Posting Komentar